Senin, 20 Mei 2019
Pantai Gedambaan
Gak banyak cerita buat foto ini hanya saja banyak hal yang tak terduga sejak kedatangan kami di pantai.
Jumat, 03 Mei 2019
Hak Pendidikan Anak-anak Suku Asmat di Kaliweda, Merauke
Pendidikan adalah bagian dari upaya untuk memampukan setiap insan
untuk mengembangkan potensi dirinya agar tumbuh menjadi manusia yang tangguh
dan berkarakter serta berkehidupan sosial yang sehat.
Dalam UUD 1945, pendidikan
diarahkan bagi seluruh rakyat dengan perhatian utama pada rakyat yang kurang
mampu agar dapat juga mengembangkan moral yang lebih baik yang akan menjadi
generasi penerus bangsa. Jika ketentuan UUD 1945 dicermati maka mengikuti
pendidikan adalah hak asasi bagi setiap warga Indonesia dan itu merupakan
kewajiban.
Persoalan kebijakan perlindungan terhadap hak-hak warga negara
khususnya terkait dengan hak pendidikan di wilayah Kaliweda, Merauke. selama
ini masih terdapat berbagai macam kelemahan, bahkan hal ini diperparah lagi
dengan terabaikannya prinsip-prinsip keadilan dan keberlanjutan di dalam
pengelolaan sumber daya di kawasan Kaliweda yang berorientasi kepada pemenuhan
hak pendidikan.
Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) khususnya Alenia ke
Empat pembukaan UUD 1945 menjelaskan bahwa salah satu tujuan pembentukan
pemerintahan Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan umum serta
mencerdaskan kehidupan bangsa. Berdasarkan hal tersebut maka sudah selayaknyalah
hak atas pendidikan di pahami sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan dari
tujuan pembentukan negara Indonesia. Pasal 28C ayat (1) Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bab XA tentang Hak Asasi Manusia
menyebutkan “Setiap orang berhak mendapat Pendidikan dan memperoleh manfaat
dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan
kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”. Setiap orang yang
dimaksud adalah warga negara Indonesia tanpa memandang asal etnis, kebudayaan
dan agama maupun kepercayaan
Seperti halnya anak-anak Suku Asmat di Kaliweda, Merauke kota
paling ujung di timur Indonesia sesungguhnya tak kekurangan anggaran
pendidikan. Tapi faktanya ada saja anak usia sekolah yang tak bisa mendapatkan
haknya. Sitti Habiba selaku penggiat pendidikan di Kaliweda ini mendirikan
Taman Belajar yang bertujuan agar anak-anak Suku Asmat ini memperoleh
pendidikan. Taman Belajar ini didirikan pada 2015 silam yang diberi nama PKBM
Weda Agletosai yang diambil dari suku papua asli yaitu orang Marin yangmana
arti dari Weda Agletosai ini ialah tempat menimba ilmu.
Sebelum kelas dimulai Sitti Habiba mengajarkan kebersihan
yang paling utama. Dimana anak-anak yang belum mandi ia dimandikan terlebih
dahulu. melatih menyikat gigi, menggunakan sabun mandi, dan memotong kuku yang
panjang. Selain itu ia juga mengajarkan pendidikan Pancasila agar melekat
dihati. Kelas di PKBM Weda Agletosai ini dibagi menjadi dua yaitu usia
paud-TK dan usia SD-SMP. Jika anak-anak sulit diajak belajar maka Sitti Habiba
menjanjikan makan setelah belajar. Ia dibantu oleh tiga relawan pendidikan dari
Universitas Mosamos.
Lemahnya ekonomi keluarga membuat anak menjadi kurang gizi, sehingga untuk makan sekali seharipun mereka sudah bersyukur. Ketertinggalan secara ekonomi yang kemudian melahirkan keterbatasan dan ketertinggalan di bidang pendidikan. Mayoritas pekerjaan masyarakat Kaliweda adalah buruh kasar. Anak-anak Asmat ini tidak bisa mendaftar SD karena tak mampu melengkapi administrasi seperti kartu keluarga dan akta kelahiran. Karena itu atas inisiatif dan rasa peduli Sitti Habiba atas pendidikan anak-anak Asmat didirikanlah Taman Belajar dari biaya sendiri.
Miris rasanya mengetahui masih ada saja saudara kita diluar sana yang belum mendapatkan haknya dalam pendidikan sebagai warga negara yang tercantum dalam Pasal 31 UUD 1945 dan Amandemen
Ayat 1: Setiap warga negara berhak
mendapat pendidikan
Ayat 2: Setiap warga negara wajib
mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.
Ayat 3: Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan
dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,
yang diatur dengan undang-undang.
Ayat 4: Negara memprioritaskan anggaran
pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara
serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan
penyelenggaraan pendidikan nasional.
Ayat 5: Pemerintah memajukan ilmu
pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan
persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.
Maka dari itu bersyukurlah
kita sebagai warganegara yang masih mendapat hak pendidikan yang sesuai dengan
Undang-Undang 1945.
Selasa, 30 April 2019
Holiday is Everywhere
Setelah sekian lama tak mempost apa-apa pada akhirnya hari ini kembali memutuskan untuk nulis cerita selama jadi mahasiswi di Program Studi Pendidikan Sejarah. Hal ini dimulai dari keterimanya saia di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin pada 2018 lalu. Alhamdulillah. Meskipun sebenarnya bukan jurusan yang saia harapkan tapi saia jadikan pilihan. Dan akhinya terdapatlah dengan orang-orang yang luar bisa.
Semenjak jadi mahasiswi di sejarah, ternyata gak sesuai ekspetasi. Yang awalnya aku mikir bakalan banyak buku-buku masa lalu, perang, asal-mula, kebudayaan dan berbau masa silam. Bukan. Bukan hanya itu tetapi lebih luas dari yang dibanyangkan. Bahkan hal-hal yang tak pernah terbanyangkanpun ada seperti halnya lebih sering ke lapangan untuk memmahami betapa bersejarahnya masa lalu dan uniknya kebudayaan.
Kenapa judul tulisan ini holiday? ya karena setiap kelapangan aku mersa liburan. Ya liburan, di kampung orang. Dari memahami arti kebudayaan masyarakat seperti acara Aruh Adat Dayak di Halong, Aruh di Balai Bayumbung, asal-mula Kampung Inggris di Mandastana, Perjalanan Divisi IV Alri di Kandangan, Air Terjun Pembuangan Bangkui, Proklamasi Kalimantan Selatan di Ni'ih Kandangan, dan kunjungan wisata ke Pantai Gedambaan (Sarang Tiung) Kotabaru.
Yang awalnya gak ngerti kebudayaan jadi paham. Hal-hal yang buat berkesan mungkin saat kita tacking melewati pegunungan Meratus dikandangan yang memakan waktu berjam-jam. Dilain hal kita juga harus punya persiapan dana yang cukup antara kehidupan kita saat kuliah dari makan, tugas, dll sama tabungan untuk PKL dan KW yang dilaksanakan satu semster dua kali untuk satu dosen. PKL ini gak semua dosen ngadain hanya dosen-dosen tertentu.
di Pelabuhan Batulicin Tanjung Serdang
Dilain hal aku senang udah dipertemukan dengan teman-teman yang baik yang berbeda karkter dari yang baik, baper, anak sultan, duta, ketum, banyak omong, ibu negarawan, banyak tanya, kepo, dan karakter unik lainnya. Meskipun punya teman suka mengelompok dan jadi punya kubu-kubu masing-masing dengan keegoannya. Tetapi hal ini tak menjadi penghalang untuk kita tetap temenan sampai sukses.
Ampas. Kelebihan orang.
Rabu, 24 Januari 2018
Tiga SMA
Masa-masa pelajar putih abu-abu semakin terasa apalagi kalo udah kelas 12. kesibukannya berpangkat-pangkat. belum lagi harus belajar setiap waktu, menguasai semua materi dalam satu malam. Dan lagi kalo sedang ngejar PTN impian, mati-matian belajar SBMPTN karena nganggap SNMPTN gak bakal dapat. semua itu dirasain hanya waktu kelas 12 SMA. Masa dimana harus berhemat dan pinter pinterbagi waktu antra tidur dan belajar.
persiapan buat UNBK udah mulai dicoba dari sekarang, nyoba simulasi UNBK. bedanya hanya gakbisa nyoret-nyoret langsung di soal. itu gak jadi masalah. yang jadi masalahnya kalo udah baca soal bener-bener nyoba hitung bener-bener ternyata gak ada jawabanya, jadi buang-buang waktu aja.
dilain hal selama kelas 12 ini ngerasain banget betapa pentingnya nabung dan berhemat sejak dini karena saat-saat terakhir di sekolah bakal banyak ngeluarin biaya yang gak sedikit (buat aku) belum lagi kalo mau daftar PTN atau PTS yang bayarnya hampir berjuta-juta, dan itu semua dilakuin hanya demi cita-cita agar tercapai. hmm semoga saja selalu dimudahkan dalam menggapainya dan ada rezekinya. Aamiin.
persiapan buat UNBK udah mulai dicoba dari sekarang, nyoba simulasi UNBK. bedanya hanya gakbisa nyoret-nyoret langsung di soal. itu gak jadi masalah. yang jadi masalahnya kalo udah baca soal bener-bener nyoba hitung bener-bener ternyata gak ada jawabanya, jadi buang-buang waktu aja.
dilain hal selama kelas 12 ini ngerasain banget betapa pentingnya nabung dan berhemat sejak dini karena saat-saat terakhir di sekolah bakal banyak ngeluarin biaya yang gak sedikit (buat aku) belum lagi kalo mau daftar PTN atau PTS yang bayarnya hampir berjuta-juta, dan itu semua dilakuin hanya demi cita-cita agar tercapai. hmm semoga saja selalu dimudahkan dalam menggapainya dan ada rezekinya. Aamiin.
Sabtu, 22 Juli 2017
Udah Kelas XII
Udah lama banget ngak ngepost, sampai sampai ini blog ada jaring laba-laba. Akhir-akhir ini sibuk, ya sibuk sama tugas dari sekolah yang gak ada abisnya. Alhamdulillah sekarang sudah kelas XII, dimana harus bisa belajar semaksimal mungkin dan bisa membagi waktu antara tidur dan aktivitas.
Diminggu pertama kesan menjadi kelas XII itu biasa aja masih ngak nyangka aja udah setua ini dan bakal lulus ninggalin sekolah tercintaini. Aku baru aja sadar kalo sekolah ini keren banget. Emang ya kalo udah mau lulus ini baru aja ngerasain kalo selama ini sekolah ini keren banget. Aku bersyukur banget bisa jadi salah satu siswi disini yang selalu dapat motivasi dari guru-guru.
Kelas XII, identik sama ujian. ya ujian. Menurut informasi dari guru-guru, di tahun angkatan kami ini akan ujian berbasis komputer dan ada soal esay. Kebayang kan soal ujian kayak gimana, pilihan ganda aja kadang masih kesulitan apalagi esay yang gak ada pilihan sama sekali. Semoga saja dimudahkan. ngomongin soal ujian, jadi binggung mau ambil ujian pelajaran apa. Binggung mau pilih fisika atau biologi. kenapa gak kimia aja? kimia itu sulit dipahapi sama diri aku yang emang gak suka deretan reaksi kimia. Niat awal sih Fisika tapi, fisika itu sulit-sulit mudah. Nah kalo biologi, itu mah banyak materi, teori. Dan semua itu akan dilalui beberapa bulan mendatang.
Terimakasih udah mau baca (meskipun gak ada yang baca) ini tulisan gak jelas. Next time.
Diminggu pertama kesan menjadi kelas XII itu biasa aja masih ngak nyangka aja udah setua ini dan bakal lulus ninggalin sekolah tercintaini. Aku baru aja sadar kalo sekolah ini keren banget. Emang ya kalo udah mau lulus ini baru aja ngerasain kalo selama ini sekolah ini keren banget. Aku bersyukur banget bisa jadi salah satu siswi disini yang selalu dapat motivasi dari guru-guru.
Kelas XII, identik sama ujian. ya ujian. Menurut informasi dari guru-guru, di tahun angkatan kami ini akan ujian berbasis komputer dan ada soal esay. Kebayang kan soal ujian kayak gimana, pilihan ganda aja kadang masih kesulitan apalagi esay yang gak ada pilihan sama sekali. Semoga saja dimudahkan. ngomongin soal ujian, jadi binggung mau ambil ujian pelajaran apa. Binggung mau pilih fisika atau biologi. kenapa gak kimia aja? kimia itu sulit dipahapi sama diri aku yang emang gak suka deretan reaksi kimia. Niat awal sih Fisika tapi, fisika itu sulit-sulit mudah. Nah kalo biologi, itu mah banyak materi, teori. Dan semua itu akan dilalui beberapa bulan mendatang.
Terimakasih udah mau baca (meskipun gak ada yang baca) ini tulisan gak jelas. Next time.
Senin, 28 November 2016
Dear Someone
Do you know what it's like to wait in the hope that is uncertain like this?
This exhausting. But behind it all I can see what it feels tired waiting
fatigue hope. All arranged lived through it are difficult. I have no idea is difficult,
like people who are like everyone else. such as hand clapping knows how long
this feeling will last.
when
me know he likes someone else and when the communication link is fading away
and not like before, for another. at the same myself can only be silent and
smile is still with the same prayer "I hope you're happy though not with
me, I'm happy to see you happy even though this inner tenderness" in these
circumstances I am still sticking with the cold properties that are difficult
to guess. Maybe me actually want to shy away from him but it was very difficult
to do. maybe course this is just my feelings are too deep and exaggerated her.
do not make this a reason to be discouraged, keep it as normal as if nothing had happened-what this inner premises. busy themselves with things that make you forget that this inner being hurt. Maybe he is not the best for me. sure only the chosen of Allah, by far the best so do not be sad anymore, ikhlaskan him with people he liked munggkin it is his destiny. if the mind is able to survive, keep to always keep praying. Who knows jodohku later he was already ordained by God. Just be sure if this waiting with a sense of patience then there will be the best reward from Allah....
Label:
Realita
Keluhan dibalik Pembangunan Alfamart
KUALA KAPUAS, MINGGU-
Sekarang ini banyaknya dibangun
Alfamart, ini nyata membuat pedagang merasa tersaingi dikarenakan pendapatan
mereka menjadi berkurang.
Salah satu dampak negatif dengan adanya Alfamart membuat
berkurangnya minat masyarakat untuk berbelanja ke pasar dan warung kecil. Meski
begitu, Alfamart juga memiliki dampak positif bagi masyarakat salah satunya
memudahkan pelanggan untuk membeli barang tanpa berdesak-desakan seperti halnya
di pasar (6/11).
Walaupun demikian, para pedagang tetap menjalankan usahanya meski
pendapatan erkurang demi memenuhi kebutuhan.
“Semenjak adanya
Alfamart pendapatan berkurang menjadi setengah dari pendapatan sebelumnya. Saya
menyarankan agar pembangunan Alfamart bisa dibatasi sehingga pendapatan
pedagang kecil tidak berkurang drastis,” ungkap H.Fahrudin (56).
Menyikapi hal tersebut para pedagang memiliki solusi untuk menambah penghasilan dengan cara memiliki
usaha sampingan seperti warung makan. Selain itu untuk menarik pelanggan mereka
memberikan potongan harga, serta pembeli dapat menawar. Ini jelas berbeda
dengan harga yang tertera di Alfamart yang tidak dapat ditawar lagi. Mereka
juga menerapkan sistem 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Meskipun banyak
dibangun Alfamart, tidak sedikit warga yang masih suka berbelanja barang di
warung kecil. Hal ini terbukti dengan masih adanya warung-warung kecil yang
berada di pinggiran jalan.
By: Anisa Dwi Tiara, Barokah, Nurul Hidayah, Siti Hatifah, dan Yunisa Shapira
Langganan:
Komentar (Atom)





